Sesuai Petikan Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 821.2/KEP.339-BKD/2015 Tentang Pengangkatan dan Pemindahan PNS dalam Jabatan Struktural dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kami Ucapkan Selamat Kepada Para Pemegang Amanah Baru. SELAMAT MENJALANKAN TUGAS.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

05 April 20120
AREA PERCONTOHAN PADI HIBRIDA DIANGGARKAN 200.000 HA
Penulis : Ella Syafputri

muhammadsufri.blogspot.com

Pemerintah menganggarkan kegiatan dem area atau area percontohan pengembangan padi hibrida seluas 200.000 hektar pada 2012 untuk mendukung pencapaian surplus 10 juta ton beras pada 2014.

Menteri Pertanian Suswono di Sukamandi, Subang Jawa Barat, Rabu mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengembangan padi hibrida baik yang dibiayai pemerintah maupun swadaya petani. "Kegiatan pengembangan dem area pada lahan seluas 200 ribu hektar tersebut memerlukan benih sekitar 3.000 ton," katanya saat melakukan panen padi hibrida SL-8 SHS di lahan PT Sang Hyang Seri.

Ia menyatakan, pada 2011 luas tanam padi hibrida di Indonesia baru mencapai 494.368 hektar atau sekitar 3,94 persen dari total luas tanam padi. Padahal, lanjutnya, Lembaga Riset Padi Internasional (IRRI) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO) telah merekomendasikan pengembangan padi hibrida ke negara Asia termasuk Indonesia sejak 2000.

Belum luasnya pertanaman padi hibrida di kalangan petani, lanjutnya, disebabkan karena masih banyak yang belum tahu keunggulan benih padi tersebut serta cara bercocok tanam yang baik. "Selain itu, hal itu juga disebabkan produksi benih padi hibrida dalam negeri masih terbatas," katanya. Mentan menyatakan, untuk pengembangan dem area padi hibrida pada tahun ini dialokasikan anggaran senilai Rp150 miliar.

Menyinggung produktivitas benih padi hibrida, Suswono menyatakan, lebih dari 10 ton/hektar bahkan dapat mencapai 13 ton dengan penanganan yang baik. "Oleh karena itu target surplus beras 10 juta ton pada 2014 bisa tercapai dengan dukungan benih padi hibrida," katanya.

Sementara itu Dirut PT. SHS Eddy Budiono mengatakan saat ini pihaknya sedang mencari lahan yang cocok untuk dijadikan kebun pangan.  "Kami sedang cari lahan yang terpencar di seluruh wilayah Indonesia untuk dibangun seperti di Sukamandi ini," katanya.

Dari target seluas 40 ribu ha tersebut, pihaknya sudah mendapatkan izin lokasi di Bulungan, Kalimantan Timur seluas 3.000 ha dari permintaan izin yang diajukan seluas 5.000 ha. Kemudian, di Berau, Kalteng mendapatkan izin lokasi seluas 6.000 ha dari 23 ribu hektar lahan yang diminta dan Kutai Timur seluas 15 ribu ha. "SHS lagi mencari lahan di Kapuas dan Wajo Sulawesi Selatan," ujarnya.

Selain lahan di Sukamandi seluas 3.000 ha, saat ini PT SHS juga menanam benih padi hibrida di Sulawesi Selatan seluas 1.000 ha. "Kita berharap dengan program ini swasembada pangan bisa terpenuhi," katanya.

Sumber : http://www.antaranews.com | File : | Dibaca : 23161 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

HARGA SAYURAN TURUN, TAK TERPENGARUH KENAIKAN HARGA BBM
01 April 2015

Fluktuasi harga hasil komoditi pertanian saat ini tidak dipengaruhi atas naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), akan tetapi karena berlimpahnya pasokan serta permintaan pasar. Di lain pihak, kenaikan harga

PANEN MELUAS, HARGA GKP ANJLOK MENYENTUH Rp 3.400 per Kg
01 April 2015

Harga jual gabah kering panen ditingkat petani Kabupaten Subang terus mengalami penurunan, bersamaan dengan semakin luasnya areal panen padi di sejumlah daerah dalam sepekan terakhir.

PRODUKSI PADI JABAR PASTI NAIK, BELUM TENTU CAPAI TARGET
01 April 2015

Target kenaikan produksi padi Jawa Barat tahun 2015 sebanyak 2 juta ton dari tahun sebelumnya, belum tentu bisa tercapai. Pasalnya banyak kendala yang dihadapi, seperti alih fungsi lahan hingga

BANTUAN UNTUK SERIBU HEKTARE KEDELAI CAIR AKHIR APRIL
31 Maret 2015

Bantuan untuk 1.000 hektare tanaman kedelai dari Kementerian Pertanian (Kementan) cair pada akhir April 2015. Bantuan senlai Rp1,9 miliar itu asih dalam tahap pemberkasan di tingkat Dinas Pertanian (Dispertan)

 1 2 3 >  Last ›