Selamat kepada para pemenang Lomba Website Lingkup Kementerian Pertanian Tahuan 2015, Kategori Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I : Sekretariat Jenderal-Peringkat II: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-Peringkat III: Direktorat Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian); Kategori Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I: Balai Embrio Ternak Cipelang-Peringkat II: Pusat Veteriner Farma Surabaya-Peringkat III: Balai Veteriner Lampung); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Lingkup Pertanian (Peringkat I : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Peringkat II : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Peringkat III: Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Pertanian (Peringkat I: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Grobogan Provinsi Jawa Tengah, Peringkat II: Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Peringkat III: Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Provinsi Bali) MAJU TERUS PPID, PELAYANAN PRIMA INFORMASI PUBLIK BERBASIS WEB.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

05 April 20120
AREA PERCONTOHAN PADI HIBRIDA DIANGGARKAN 200.000 HA
Penulis : Ella Syafputri

muhammadsufri.blogspot.com

Pemerintah menganggarkan kegiatan dem area atau area percontohan pengembangan padi hibrida seluas 200.000 hektar pada 2012 untuk mendukung pencapaian surplus 10 juta ton beras pada 2014.

Menteri Pertanian Suswono di Sukamandi, Subang Jawa Barat, Rabu mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengembangan padi hibrida baik yang dibiayai pemerintah maupun swadaya petani. "Kegiatan pengembangan dem area pada lahan seluas 200 ribu hektar tersebut memerlukan benih sekitar 3.000 ton," katanya saat melakukan panen padi hibrida SL-8 SHS di lahan PT Sang Hyang Seri.

Ia menyatakan, pada 2011 luas tanam padi hibrida di Indonesia baru mencapai 494.368 hektar atau sekitar 3,94 persen dari total luas tanam padi. Padahal, lanjutnya, Lembaga Riset Padi Internasional (IRRI) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO) telah merekomendasikan pengembangan padi hibrida ke negara Asia termasuk Indonesia sejak 2000.

Belum luasnya pertanaman padi hibrida di kalangan petani, lanjutnya, disebabkan karena masih banyak yang belum tahu keunggulan benih padi tersebut serta cara bercocok tanam yang baik. "Selain itu, hal itu juga disebabkan produksi benih padi hibrida dalam negeri masih terbatas," katanya. Mentan menyatakan, untuk pengembangan dem area padi hibrida pada tahun ini dialokasikan anggaran senilai Rp150 miliar.

Menyinggung produktivitas benih padi hibrida, Suswono menyatakan, lebih dari 10 ton/hektar bahkan dapat mencapai 13 ton dengan penanganan yang baik. "Oleh karena itu target surplus beras 10 juta ton pada 2014 bisa tercapai dengan dukungan benih padi hibrida," katanya.

Sementara itu Dirut PT. SHS Eddy Budiono mengatakan saat ini pihaknya sedang mencari lahan yang cocok untuk dijadikan kebun pangan.  "Kami sedang cari lahan yang terpencar di seluruh wilayah Indonesia untuk dibangun seperti di Sukamandi ini," katanya.

Dari target seluas 40 ribu ha tersebut, pihaknya sudah mendapatkan izin lokasi di Bulungan, Kalimantan Timur seluas 3.000 ha dari permintaan izin yang diajukan seluas 5.000 ha. Kemudian, di Berau, Kalteng mendapatkan izin lokasi seluas 6.000 ha dari 23 ribu hektar lahan yang diminta dan Kutai Timur seluas 15 ribu ha. "SHS lagi mencari lahan di Kapuas dan Wajo Sulawesi Selatan," ujarnya.

Selain lahan di Sukamandi seluas 3.000 ha, saat ini PT SHS juga menanam benih padi hibrida di Sulawesi Selatan seluas 1.000 ha. "Kita berharap dengan program ini swasembada pangan bisa terpenuhi," katanya.

Sumber : http://www.antaranews.com | File : | Dibaca : 24614 x


Berita Lainnya

PETANI BERHARAP AKSES ANGKUTAN HASIL PANEN
05 Februari 2016

Petani Berharap Akses Angkutan Hasil Panen

SOREANG, (PR).-

Kelompok tadi di Kecamatan Paseh dan Solokanjeruk Kabupaten Bandung medesak Pemerintah Kabupaten Bandung membangun jalan usaha tani terintegrasi. Keterbatasan jalan membuat distribusi hasil

PASAR RESPONS PENJUALAN BULOG
05 Februari 2016

 Pasar Respons Penjualan Bulog

JAKARTA, KOMPAS – Meski penjualan jagung impor murah oleh Perum Bulog kepada peternak ayam,dan produsen pakan ternak skala UMKM masih berskala kecil, harga jagung dipasar turun

BULOG MULAI JUAL JAGUNG IMPOR RP 3.600 PER KG
04 Februari 2016

Bulog Mulai JualJagung Impor Rp 3.600 per kg

BLITAR TRIBUN – Perum Bulog memulai melepas jagung impor ke pasaran untuk menstabilkan harga.Pada saat ini harga jagung lokal meroket hingga RP

PRODUKSI DIPREDIKSI TURUN
27 Januari 2016

Produksi padi 2016 diperkirakan tidak akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2015. Perlu upaya keras dengan strategi terukur agar ketertinggalan masa tanam padi tahun ini bisa diatasi. Di

 1 2 3 >  Last ›