Home >> Informasi >> Berita
Berita

05 April 20120
AREA PERCONTOHAN PADI HIBRIDA DIANGGARKAN 200.000 HA
Penulis : Ella Syafputri

muhammadsufri.blogspot.com

Pemerintah menganggarkan kegiatan dem area atau area percontohan pengembangan padi hibrida seluas 200.000 hektar pada 2012 untuk mendukung pencapaian surplus 10 juta ton beras pada 2014.

Menteri Pertanian Suswono di Sukamandi, Subang Jawa Barat, Rabu mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengembangan padi hibrida baik yang dibiayai pemerintah maupun swadaya petani. "Kegiatan pengembangan dem area pada lahan seluas 200 ribu hektar tersebut memerlukan benih sekitar 3.000 ton," katanya saat melakukan panen padi hibrida SL-8 SHS di lahan PT Sang Hyang Seri.

Ia menyatakan, pada 2011 luas tanam padi hibrida di Indonesia baru mencapai 494.368 hektar atau sekitar 3,94 persen dari total luas tanam padi. Padahal, lanjutnya, Lembaga Riset Padi Internasional (IRRI) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO) telah merekomendasikan pengembangan padi hibrida ke negara Asia termasuk Indonesia sejak 2000.

Belum luasnya pertanaman padi hibrida di kalangan petani, lanjutnya, disebabkan karena masih banyak yang belum tahu keunggulan benih padi tersebut serta cara bercocok tanam yang baik. "Selain itu, hal itu juga disebabkan produksi benih padi hibrida dalam negeri masih terbatas," katanya. Mentan menyatakan, untuk pengembangan dem area padi hibrida pada tahun ini dialokasikan anggaran senilai Rp150 miliar.

Menyinggung produktivitas benih padi hibrida, Suswono menyatakan, lebih dari 10 ton/hektar bahkan dapat mencapai 13 ton dengan penanganan yang baik. "Oleh karena itu target surplus beras 10 juta ton pada 2014 bisa tercapai dengan dukungan benih padi hibrida," katanya.

Sementara itu Dirut PT. SHS Eddy Budiono mengatakan saat ini pihaknya sedang mencari lahan yang cocok untuk dijadikan kebun pangan.  "Kami sedang cari lahan yang terpencar di seluruh wilayah Indonesia untuk dibangun seperti di Sukamandi ini," katanya.

Dari target seluas 40 ribu ha tersebut, pihaknya sudah mendapatkan izin lokasi di Bulungan, Kalimantan Timur seluas 3.000 ha dari permintaan izin yang diajukan seluas 5.000 ha. Kemudian, di Berau, Kalteng mendapatkan izin lokasi seluas 6.000 ha dari 23 ribu hektar lahan yang diminta dan Kutai Timur seluas 15 ribu ha. "SHS lagi mencari lahan di Kapuas dan Wajo Sulawesi Selatan," ujarnya.

Selain lahan di Sukamandi seluas 3.000 ha, saat ini PT SHS juga menanam benih padi hibrida di Sulawesi Selatan seluas 1.000 ha. "Kita berharap dengan program ini swasembada pangan bisa terpenuhi," katanya.

Sumber : http://www.antaranews.com | File : | Dibaca : 23437 x


Berita Lainnya

PETANI BAWANG MERAH DIANJURKAN GUNAKAN BENIH UMBI UDARA
02 Juli 2015

Kebiasaan para petani bawang merah yang secara turun-temurun menggunakan benih umbi bermutu rendah, berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman bawang merah.

Padahal, budidaya bawang merah melalui penggunaan benih hasil rekayasa berupa umbi

INDEKS HARGA GROSIR JUNI: HARGA PRODUK PERTANIAN NAIK TAJAM
02 Juli 2015

Harga grosir produk pertanian meningkat pesat sepanjang Mei dan Juni 2015.

BPS melaporkan indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum non migas naik 0,83% dari 137,69 pada Mei 2015 menjadi 138,84 pada

ASURANSI PERTANIAN: PERMENTAN ATUR DUA SKENARIO PEMBAYARAN PREMI
02 Juli 2015

Kementerian Pertanian tengah memfinalisasi beleid turunan mengenai pelaksanaan asuransi pertanian yang akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Pertanian.

Sumardjo Gatot Irianto, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan

SUHU MUSIM KEMARAU LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN MUSIM HUJAN
02 Juli 2015

Suhu pada periode musim kemarau di Kota Bandung, umumnya relatif lebih rendah bila dibandingkan musim hujan.

Hal itu dikatakan Peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Provinsi Jawa Barat, Muhamad Iid Mujtahiddin

 1 2 3 >  Last ›