Mengantisipasi dan langkah taktis Kementerian Pertanian dalam upaya kekeringan tahun 2015 dengan membangun irigasi tersier, membangun embung, membagikan pompa air, kemudian membagikan alat mesin pertanian dan lainnya supaya mempercepat tanam dan panen. Jadi tanam bisa lebih cepat kalau menggunakan mesin rice transplanter, panen lebih cepat menggunakan mini combine harvester, dibanding kalau cara manual.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

24 Januari 20120
PETANI JABAR PEROLEH BANTUAN 750 TRAKTOR
Penulis : Syarif A

http://teknologitepatguna.com

Pemprov Jawa Barat memberikan bantuan sebanyak 750 unit traktor tangan untuk para petani di provinsi itu dalam rangka mencapai target produksi 12,5 juta ton gabah kering giling pada 2012.

"Sebanyak 750 unit traktor akan disebarkan mulai awal tahun ini ke seluruh daerah di Jawa Barat, bantuan diberikan kepada kelompok tani di daerah," kata Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat Dody Firman Nugraha di Bandung, Kamis.

Menurut Dody, traktor tangan itu akan memfasilitasi kesulitan para petani di daerah untuk mendapatkan alat untuk membajak sawah mereka. Kekurangan traktor, kata dia selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi para petani dalam mempercepat penanaman padi.

Namun demikian, tidak disebutkan jenis traktor bantuan itu, namun yang jelas di awal tahun ini sudah bisa didistribusikan kepada para petani, sehingga bisa mengoptimalkan musim tanam pertama pada 2012.

"Target produksi padi pada 2012 sebesar 12,5 juta ton GKG atau meningkat dibandingkan tahun 2011 lalu. Sedangkan target areal tanam pada 2012 ditargetkan seluas 2,088 juta hektare," katanya.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan produktivitas petani di Jawa Barat, Pemprov Jabar juga akan merekrut dan mengerahkan 1.000 penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari kalangan masyarakat. PPL tersebut akan dikontrak untuk masa bakti satu tahun dengan honor sebesar Rp500 ribu per bulan.

Perekrutan PPL itu, kata Dody merupakan pertama dilakukan oleh pemerintah provinsi di Indonesia. Anggaran untuk para PPL honorer itu dialokasikan dari APBD Jawa Barat.

"Jumlah PPL di Jawa Barat sangat terbatas, sedangkan kehadirannya sangat diperlukan dalam meningkatkan produktivitas panen di Jawa Barat. Perekrutan PPL ini merupakan pertama kali dilakukan oleh Pemprov di Indonesia," kata Dody.

Para PPL itu merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan di bidang pertanian dan bisa mengkomunikasikan program pertanian di daerah.

"Pada Triwulan pertama diharapkan PPL itu sudah bisa bertugas, sehingga diharapkan bisa memberikan bimbingan kepada para petani di daerah," kata Dody.

Sedangkan untuk meningkatkan kualitas pengolahan padi menjadi beras, Pemprov Jabar juga memberikan bantuan 23 unit mesin heuleur atau penggilingan padi yang akan didistribusikan di sejumlah sentra produksi padi di Jabar.

"Untuk bantuan heuleur sebanyak 23 unit, yang akan dikelola oleh kelompok tani," kata Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jabar itu menambahkan.
 

Sumber : http://antarajawabarat.com | File : | Dibaca : 23966 x


Berita Lainnya

KEKERINGAN ANCAM PRODUKSI PERTANIAN
30 Juli 2015

Anggota DPR RI Komisi IV Rofi Munawar meminta antisipasi Kementerian Pertanian lebih serius terhadap ancaman kekeringan, karena secara faktual kondisi tersebut akan mempengaruhi pencapaian produksi pangan nasional. Tahun lalu,

DPR MENCAK-MENCAK KARENA PERTANIAN RUSAK. PEMERINTAH HARUS TANGGUNG JAWAB
30 Juli 2015

Kekeringan yang melanda lahan pertanian di beberapa daerah Indonesia berpotensi menurunkan target panen raya pada Agustus 2015 mendatang.

KEMENTAN BENTUK TIMSUS ANTISIPASI KEKERINGAN
30 Juli 2015

Kementerian Pertanian membentuk tim khusus untuk mengendalikan meluasnya bencana kekeringan sebagai dampak elnino yang terjadi sejak Maret dan diperkirakan berlangsung hingga Oktober-November.