Selamat kepada para pemenang Lomba Website Lingkup Kementerian Pertanian Tahuan 2015, Kategori Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I : Sekretariat Jenderal-Peringkat II: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-Peringkat III: Direktorat Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian); Kategori Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I: Balai Embrio Ternak Cipelang-Peringkat II: Pusat Veteriner Farma Surabaya-Peringkat III: Balai Veteriner Lampung); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Lingkup Pertanian (Peringkat I : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Peringkat II : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Peringkat III: Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Pertanian (Peringkat I: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Grobogan Provinsi Jawa Tengah, Peringkat II: Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Peringkat III: Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Provinsi Bali) MAJU TERUS PPID, PELAYANAN PRIMA INFORMASI PUBLIK BERBASIS WEB.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

09 Agustus 20110
PERTEMUAN SINKRONISASI DAN KOORDINASI KELEMBAGAAN UPJA DI BOGOR
Penulis : Admin

http://pla.deptan.go.id

Pertemuan Sinkronisasi dan Koordinasi Pengembangan Kelembagaan UPJA telah dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, tanggal 4 dan 5 Juli 2011 di IPB International Convention Center, di Kota Bogor. Tujuan pertemuan sinkronisasi dan koordinasi ini dimaksudkan selain untuk percepatan pelaksanaan kegiatan aspek alat dan mesin pertanian tahun 2011, secara khusus pertemuan ini juga akan membahas operasional pelaksanaan kegiatan pengembangan kelembagaan UPJA dan meningkatkan kesamaan gerak langkah dan sinergi diantara pelaksana teknis dilapang agar kelembagaan UPJA dapat lebih mandiri dan profesional.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian  dan diikuti oleh peserta yang berasal dari Pusat yaitu Pejabat Eselon II, Eselon III dan Eselon IV lingkup Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP). Adapun peserta daerah  yang hadir adalah pejabat yang menangani alat dan mesin pertanian Dinas lingkup Pertanian Provinsi. Dalam sambutannya Dirjen PSP menyampaikan beberapa point penting antara lain : 1). Alsintan menjadi salah satu terobosan baru dalam pembangunan pertanian untuk mengatasi permalasahan keterbatasan jumlah tenaga kerja di pedesaan dengan fokus mendukung 5 komoditas target swasembada: padi, jagung, kedelai, tebu dan jagung sapi; 2). Alsintan diharapkan menjadi bagian dalam peningkatan produktivitas pertanian; 3). Bantuan alsintan yang selama ini diberikan kepada kelompok tani, harus didukung dengan kelembagaan UPJA yang utuh menuju ke arah pelayanan yang profesional dan mandiri; dan 4). Membangun UPJA dalam arti yang sebenarnya menjadi tantangan kita semua.

Selain acara sinkronisasi dan koordinasi, juga diselenggarakan Pameran/display produk Alsintan dari perusahaan penyedia Alsintan yaitu PT. Yanmar Diesel Indonesia, CV. Karya Hidup Sentosa, PT. Kubota Indonesia, PT. Rutan. Melalui pameran/display produk alsintan tersebut, pelaksana teknis aspek alsintan di daerah mendapat informasi dan penjelasan langsung dari produsen mengenai pengembangan alsintan dalam rangka mendukung usahatani.

Berdasarkan hasil kegiatan pemaparan dan diskusi, maka kegiatan sinkronisasi dan koordinasi menghasilkan hasil rumusan, antara lain : 1). Pengembangan alsintan harus sejalan dengan dinamika sosial, budaya dan kelembagaan serta infrastruktur yang sesuai agar dapat diterapkan dan memberikan manfaat yang nyata bagi pembangunan pertanian. Oleh karena itu perlu terus dibangun kerjasama sinergis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Provinsi/Kab/Kota) dan pengusaha di bidang alat dan mesin pertanian; 2). Berkembangnya UPJA di pedesaan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani dalam rangka penyediaan pelayanan jasa alsintan guna mendukung tercapainya pemenuhan produksi pertanian yang terus meningkat sejalan dengan makin berkurangnya tenaga kerja di pedesaan, menurunnya daya dukung lahan, dan rendahnya intensitas pertanaman; 3). Secara operasional pengembangan UPJA diarahkan untuk mendorong berkembangnya pemanfaatan alsintan dan sekaligus merupakan terobosan untuk mengatasi masalah kepemilikan alsintan secara individu yang kurang menguntungkan; 4). Sebagai perwujudan dan penghargaan pemerintah terhadap Lembaga UPJA yang telah mampu melaksanakan usahanya dengan baik akan diberikan penghargaan sebagai UPJA berprestasi, untuk itu diharapkan kepada seluruh Dinas Pertanian Provinsi khususnya tanaman pangan untuk segera melaksanakan seleksi dan dapat mengusulkan 1 (satu) calonnya yang mewakili Provinsi ke Direktorat Alsin, Ditjen PSP yang kemudian akan diseleksi kembali dan dipilih untuk menjadi  UPJA berprestasi tingkat nasional; 5). Keberhasilan pengembangan UPJA dapat tumbuh dan berkembang sebagai lembaga perekonomian di pedesaan sangat ditentukan oleh komitmen seluruh pemangku kepentingan dan terbangunnya kerjasama yang sinergis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Provinsi/Kab/Kota) dan pengusaha di bidang alat dan mesin pertanian. Sehingga ke depan diharapkan akan terbentuk UPJA yang mandiri yang dapat meningkatkan kapasitasnya dari usahanya sendiri bukan hanya dari bantuan pemerintah.

Sumber : Dirjen pla | File : | Dibaca : 31745 x


Berita Lainnya

BULOG CIREBON TERJUNKAN SATGAS SERAP BERAS
29 April 2016

INILAH, Cirebon- Bulog subdrive Cirebon menerjunkan satgas kerja guna penyerapan gabah dari petani untuk mengoptimalkan target sebesar 140 ribu ton. “untuk tahun ini kami memiliki empat satuan kerja pengadaan, guna

IPB KEMBANGKAN BENIH HASIL RISET
29 April 2016

BOGOR, KOMPAS, - Institut Pertanian Bogor mengembangkan industri rintisan untuk mengomersialkan benih hasil riset pengajarnya salah satunya benih padi varietes IPB 3S. Itu bagian dari hilirisasi hasil riset agar bermanfaat

JELANG RAMADHAN KENDALIKAN HARGA PANGAN
29 April 2016

INILAHKORAN, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga kebutuhan pangan menjelang Ramadhan pada bulan Juni 2016 harus dikendalikan agar tidak menyumbang inflasi tinggi.

PERTANIAN INDUSTRIAL UNTUK MENARIK ORANG MUDA
29 April 2016

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah harus mampu menjadikan pertanian tidak sekedar dan di pandang sebagai budidaya secocok tanam, tetapi merupakan kegiatan produktif industrial yang bernilai tambah baik lagi kehidupan. Dengan demikian

 1 2 3 >  Last ›