Mengantisipasi dan langkah taktis Kementerian Pertanian dalam upaya kekeringan tahun 2015 dengan membangun irigasi tersier, membangun embung, membagikan pompa air, kemudian membagikan alat mesin pertanian dan lainnya supaya mempercepat tanam dan panen. Jadi tanam bisa lebih cepat kalau menggunakan mesin rice transplanter, panen lebih cepat menggunakan mini combine harvester, dibanding kalau cara manual.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

25 Mei 2011376
Mencapai Ketahanan Nutrisi dengan Sayuran
Penulis :

 MENCAPAI KETAHANAN NUTRISI DENGAN SAYURAN

 

 

Pusat Riset dan Pengembangan Sayuran Asia (AVRDC) Pusat Sayuran Dunia (The World Vegetable Center) membuka tahun 2011 dengan seruan bahwa keamanan pangan (food safety) merupakan garis depan berikutnya dalam perjuangan dunia memperbaiki nutrisi. Berbagai lembaga dunia berpandangan ketahanan pangan (food security) tidak akan terwujud tanpa ketahanan nutrisi (nutritional security). Dan tanpa keamanan pangan (food safety) maka semuanya tidak akan membawa manfaat kesehatan.

Penekanan tersebut diangkat dari pernyataan Direktur Departemen Keamanan Pangan dan Penyakit-penyakit Asal Hewan dan Pangan WHO, Jorgen Schlundt yang disiarkan Science and Development Network. AVRDC belakangan ini cukup gencar mengingatkan masyarakat dunia tentang mendesaknya upaya menempatkan sayuran pada posisi yang seharusnya dalam diet berimbang masyarakat demi mencapai ketahanan nutrisi.

Direktur Jenderal AVRDC, Prof. Dyno Keatinge pada satu seminar di University of Reading, Inggris (Maret 2010) dan ceramah di Pusat Ketahanan Pangan Universitas Hohenheim, Jerman (Juni 2010) mengatakan masyarakat dunia dalam 40 tahun terakhir telah memusatkan perhatian pada upaya menanggulangi kelaparan. Tetapi keberhasilan meningkatkan produksi bahan pangan pokok (staple crops) telah menimbulkan beban besar terhadap keragaman pertanian dan kesehatan masyarakat.

la menunjuk pada fakta bahwa di banyak negara berkembang lebih dari 70% diet sekarang terdiri dari satu jenis makanan pokok. Ini tidak sehat karena sejatinya kebutuhan pokok adalah pangan berimbang. Masyarakat di negara-negara berkembang dan maju memperoleh diet dengan kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi. Tingkat konsumsi sayuran sering di bawah standar minimal.

Diet dengan kandungan tinggi karbohidrat dan lemak cenderung meningkatkan masalah kesehatan seperti kegemukan, hipertensi, diabetes tipe-2, dan masalah kesehatan kronis lainnya.

Sayuran sering diabaikan riset pertanian internasional. Di dunia kini terdapat satu milyar penduduk rawan nutrisi dan dua milyar yang kelebihan nutrisi. Ini pertanda diet berimbang dan agenda riset internasional sayuran sudah mendesak.

Pada pertemuan internasional di Dakar, Senegal, Desember 2010, Keatinge mengemukakan diet tak seimbang ini juga cukup mengkhawatirkan di lingkungan perkotaan sehubungan dengan arus urbanisasi yang deras khususnya di negara-negara berkembang. Pada tahun 2008 jumlah penduduk dunia di perkotaan sudah melebihi yang tinggal di pedesaan. Dalam 15 tahun berikutnya diperkirakan jumlah penduduk di perkotaan akan mencapai 60% penduduk dunia, yakni sekitar 4,5 milyar.

Ditegaskan bahwa kebutuhan kunci sekarang ini adalah diet berimbang. Dan sayuran merupakan sumber terbaikvitamin, mikronutrisi dan serat yang dibutuhkan tubuh manusia untuk kesehatannya. Sayuran menambahkan keragaman nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam diet.

Ketahanan Nutrisi

Dalam uraiannya, Jorgen Schlundt mengutarakan kebanyakan ilmuwan dewasa ini sepakat petani sebenarnya memproduksi cukup banyak pangan untuk memenuhi kebutuhan 6 milyar penduduk bumi. Kenyataan bahwa lebih dari satu milyar penduduk masih mengalami kelaparan dan rawan gizi dipandang sebagai akibat dari distribusi yang tidak memadai.

Namun, kita tidak akan bisa menghilangkan kelaparan global cukup dengan hanya meningkatkan kapasitas distribusi produk pertanian ke semua penduduk tanpa ada jaminan bahwa pasok pangan tersebut juga bermutu.

Konsep ketahanan nutrisi, menurut Schlundt adalah menjamin akses ke pangan yang bernutrisi dan jumlahnya cukup. Konsep ini menekankan pentingnya kualitas pangan bagi masyarakat semua usia. Nutrisi dan keamanan pangan tidak terpisahkan. Ketika pasok pangan kurang, orang akan  mengkonsumsi makanan kurang bergizi dan tidak aman: karena bahaya kontamisasi kimia, mikroba, penyakit asal hewan dsb.

 

Paling Menguntungkan

Mengenai pilihan sayuran untuk menjamin ketahanan nutrisi, Prof. Keating beralasan bukan hanya karena kekayaan nutrisinya untuk pangan berimbang.

Sayuran termasuk di antara tanaman yang menawarkan keuntungan tertinggi di antara semua produk pertanian per satuan lahan, waktu dan tenaga kerja. Dibanding tanaman pangan pokok, sayuran lebih tahan terhadap kekeringan, lebih toleran terhadap kekurangan hara tanah.

Peluang keuntungan dan manfaat itu, lanjutnya, perlu dimaksimalkan dengan pemahaman mengenai karakteristik sistem produksi sayuran lokal. Dan salah satu kunci keberhasilannya adalah benih berkualitas.

Sumber : admin | File : | Dibaca : 26131 x


Berita Lainnya

BULOG JAMIN STOKNYA STERIL DARI BERAS PLASTIK
28 Mei 2015

Perum Bulog menegaskan, maraknya isu keberadaan beras plastik atau beras sintetis di sejumlah wilayah Indonesia tidak memengaruhi keberadaan stok beras di gudangnya.

HASIL UJI LAB BERAS PALSU BERBEDA. INI JAWABAN POLRI
28 Mei 2015

Hasil uji laboratorium antara Kepolisian, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perdagangan dan Sucofindo ternyata berbeda. Uji lab yang dilakukan Polri dan BPOM hasilnya negatif mengandung plastik. Sementara

ANEH, PEMERINTAH BILANG BERAS SINTETIS TAK BEREDAR DI PASARAN
28 Mei 2015

Pemerintah memastikan tidak ada beras sintetis yang beredar di pasar dalam negeri, seperti yang telah dilaporkan masyarakat ke Polsek Bantargebang, Bekasi, pada 19 Mei 2015.

KEMENDAG: PRODUSEN KEMASAN & PEDAGANG BERAS WAJIB DAFTARKAN DIRI
28 Mei 2015

Kementerian Perdagangan akan mewajibkan pengusaha pengemasan dan pedagang beras dalam kemasan bermerek untuk mendaftarkan diri sebagai pelaku usaha beras terdaftar.

‹ First  < 93 94 95 96 97 >  Last ›