Digrahayu Provinsi Jawa Barat ke 70, dengan semangat “Jabar Kahiji, Jabar Kreatif dan, Bestari\"kita wujudkan Swasembada Pangan Provinsi Jawa Barat.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

20 April 20110
MENTAN LAUNCHING CYBER EXTENSION
Penulis : ADMIN

http://cybex.deptan.go.id

 

Menteri Pertanian Suswono melaunching (meluncurkan) penyuluhan pertanian melalui internet (Cyber Extension) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Acara peluncuran Cyber Extension dengan alamat akses www.cybex.deptan. go.id ini dimeriahkan oleh Tim Paduan Suara dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor dengan menyanyikan Mars Penyuluh Pertanian.

Penyuluh swadaya dari Rohil, Provinsi Riau Alkahfi Sutikno mengatakan: "Cyber Extension ini merupakan salah satu penyedia materi dan informasi penyuluhan melalui internet bagi penyuluh sebagai bahan untuk memfasilitasi proses pembelajaran petani dan kelompok tani agar usaha taninya lebih produktif dan efisien," katanya.

Menteri Pertanian Suswono mengharapkan dengan adanya cyber extension ini maka para penyuluh dapat mengakses bahan informasi pertanian untuk materi penyuluhan kepada para petani secara lebih cepat, murah dan efisien.

Untuk itu kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Ato Suprapto para penyuluh akan diberikan diklat penguasaan dan pemanfaatan cyber extension. BPPSDM Pertanian juga akan mengutamakan pengembangan materi cyber extension yang mendukung percepatan peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional.

Untuk pengembangan program cyber extension di lingkup penyuluhan Kementerian Pertanian tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian mengadakan 1000 unit komputer yang sudah terkoneksi dengan jaringan internet.

"Per satu unit komputer kita lengkapi dengan modem dan printer sehingga memberikan kemudahan bagi penyuluh pertanian di kecamatan dan daerah untuk mengunduh (download) materi-materi penyuluhan yang terbaru dari kantor pusat penyuluhan," kata Kepala BPSDM Kementan, Ato Suprapto di Jakarta.

Ato menjelaskan program cyber extension ini mengintegrasikan seluruh informasi di kantor penyuluhan pusat dengan kantor penyuluhan daerah secara online. Semua informasi ditempatkan seluruhnya di kantor pusat. Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan juga dapat mengaksesnya jika ingin mengetahui teknologi dan perkembangan terbaru seputar materi penyuluhan dan dunia pertanian.

"Keseluruhan anggaran yang dikeluarkan untuk membangun jaringan dan sarana teknologi informasi ini adalah sebesar Rp. 9 miliar," kata Ato.

Sumber : SINAR TANI | File : | Dibaca : 27841 x


Berita Lainnya

HARGA GABAH DAN BERAS NAIK
03 September 2015

INDERALAYA,- KOMPAS – Harga gabah kering panen dan beras di beberapa daerah mulai bergerak naik. Kenaikan itu sebagai efek dari menipisnya stok beras di pasaran, setelah gagal panen dalam sebulan terakhir akibat kemarau berkepanjangan. Kenaikan harga ini diperkirakan terus terjadi hingga beberapa waktu mendatang.

PETANI MASIH HADAPI KENDALA
01 September 2015

Petani masih menghadapi kendala dalam upaya meningkatkan produksi padi. Seperti dikeluhkan Amaq Arti, Ketua Kelompoktani Tunas Baru, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

PASOKAN KEDELAI AMAN
01 September 2015

Pekerja distributor kedelai Depot Kacang Kedelai di Pasir Koja, Bandung, Jawa Barat, mengangkut karung berisi kedelai untuk dikirimkan kepada pemesan, yaitu para perajin tahu Cibuntu, Selasa (25/8).

HARGA KEDELAI NAIK, PERAJIN TAHU TEMPE KELIMPUNGAN
01 September 2015

BANJAR,(PR).-
Turunnya nila tukar rupiah terhadap dollar AS, juga berdampak langsung terhadap perajin tahu dan tempe. Sebab bahan baku tahu dan tempe berasal dari kedelai impor.

 1 2 3 >  Last ›