Home >> Informasi >> Berita
Berita

28 September 20120
PEMERINTAH BANGUN 1.000 DANAU BUATAN ATASI KEKERINGAN
Penulis : voa/A-147

rumah123.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian akan segera membangun 1.000 embung, atau danau buatan yang dapat digunakan para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka pada saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, rencana tersebut merupakan upaya jangka panjang yang nantinya bisa jadi solusi sekaligus antisipasi jika kekeringan melanda berbagai kawasan di Indonesia. Selama musim hujan, danau itu diharapkan berfungsi sebagai sarana penampung air hujan.

Suswono mengatakan bahwa dengan danau buatan tersebut, para petani diharapkan tidak lagi kesulitan mencari air dan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya puso atau gagal panen. “Untuk jangka panjang memang kita antisipasi yang lebih permanen yaitu akan dibangun banyak embung. Nanti (Kementerian) Pekerjaan Umum akan membangun lebih dari seribu embung,” ujarnya.

Suswono menambahkan, untuk upaya jangka pendek dalam mengatasi kemarau saat ini, pemerintah telah melakukan pompanisasi atau menggunakan mesin pompa untuk mengambil air dari sumbernya dan digunakan untuk keperluan pertanian. “Hal itu terutama dilakukan untuk daerah-daerah yang masih punya potensi air dan ada tanaman-tanaman yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Saat ini jumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Indonesia mencapai 127.000 hektare, dan 23.000 hektare lahan mengalami puso atau gagal panen. Mayoritas daerah yang mengalami kekeringan dan puso tersebut adalah di Pulau Jawa. Bahkan, di Jawa Barat, sekitar 2.345 hektare lahan pertanian dinyatakan puso. Para petani pun mengeluhkan tentang dampak kekeringan ini. Akibat musim kemarau saat ini, produksi padi mereka menurun. “Jadi (produksi padi) menurunnya sampai lima persenan. Tadinya 10 kilogram, sekarang minimal 5 kilogram, 6 kilogram,” ujar seorang petani bernama Engkus.

Bagi petani yang mengalami gagal panen, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan dana bantuan total Rp 199 miliar. Dana itu bisa didapat para petani jika melaporkan sawahnya yang mengalami puso ke Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi setempat.

Setelah mendapat verifikasi dari pemerintah provinsi dan disampaikan ke Kementerian Pertanian, nantinya dana bantuan tersebut akan ditransfer ke kelompok tani. Dana bantuan yang akan diberikan tersebut jumlahnya adalah Rp 3,7 juta per hektare.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com | File : | Dibaca : 11427 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

KOMISI IV DPR AKAN BAHAS SOAL BERAS PLASTIK DENGAN MENTERI PERTANIAN
26 Mei 2015

Beras diduga berbahan baku plastik yang ditemukan di Bantargebang, Bekasi, menggugah perhatian anggota dewan. Komisi IV DPR yang salah satu tugasnya membawahi persoalan pangan akan membahas kasus beras plastik

BERAS SINTETIS BEKASI POSITIF BERBAHAN PLASTIK
26 Mei 2015

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan temuan beras yang beredar di Pasar Mutiara Gading Timur pada Selasa (19/5) mengandung bahan baku plastik.

JABAR GENJOT PERTANIAN JABAR SELATAN
26 Mei 2015

Besarnya potensi wilayah selatan Jawa Barat terus dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah membangun infrastruktur di kawasan tersebut, Pemprov Jabar melirik sektor pertanian dan perikanan sebagai sumber daya yang

OMZET PEDAGANG BERAS TURUN 30 PERSEN
26 Mei 2015

Beberapa pedagang beras di pasar tradisional di Kabupaten Majalengka mengeluhkan turunnya omzet dagangan mereka hingga sebesar 30 persenan setelah munculnya pemeberitaan beras sintetis di media.

 1 2 3 >  Last ›