Peringatan Ke-86, Hari Ibu Nasional Tahun 2014. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Home >> Informasi >> Berita
Berita

28 September 20120
PEMERINTAH BANGUN 1.000 DANAU BUATAN ATASI KEKERINGAN
Penulis : voa/A-147

rumah123.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian akan segera membangun 1.000 embung, atau danau buatan yang dapat digunakan para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka pada saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, rencana tersebut merupakan upaya jangka panjang yang nantinya bisa jadi solusi sekaligus antisipasi jika kekeringan melanda berbagai kawasan di Indonesia. Selama musim hujan, danau itu diharapkan berfungsi sebagai sarana penampung air hujan.

Suswono mengatakan bahwa dengan danau buatan tersebut, para petani diharapkan tidak lagi kesulitan mencari air dan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya puso atau gagal panen. “Untuk jangka panjang memang kita antisipasi yang lebih permanen yaitu akan dibangun banyak embung. Nanti (Kementerian) Pekerjaan Umum akan membangun lebih dari seribu embung,” ujarnya.

Suswono menambahkan, untuk upaya jangka pendek dalam mengatasi kemarau saat ini, pemerintah telah melakukan pompanisasi atau menggunakan mesin pompa untuk mengambil air dari sumbernya dan digunakan untuk keperluan pertanian. “Hal itu terutama dilakukan untuk daerah-daerah yang masih punya potensi air dan ada tanaman-tanaman yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Saat ini jumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Indonesia mencapai 127.000 hektare, dan 23.000 hektare lahan mengalami puso atau gagal panen. Mayoritas daerah yang mengalami kekeringan dan puso tersebut adalah di Pulau Jawa. Bahkan, di Jawa Barat, sekitar 2.345 hektare lahan pertanian dinyatakan puso. Para petani pun mengeluhkan tentang dampak kekeringan ini. Akibat musim kemarau saat ini, produksi padi mereka menurun. “Jadi (produksi padi) menurunnya sampai lima persenan. Tadinya 10 kilogram, sekarang minimal 5 kilogram, 6 kilogram,” ujar seorang petani bernama Engkus.

Bagi petani yang mengalami gagal panen, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan dana bantuan total Rp 199 miliar. Dana itu bisa didapat para petani jika melaporkan sawahnya yang mengalami puso ke Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi setempat.

Setelah mendapat verifikasi dari pemerintah provinsi dan disampaikan ke Kementerian Pertanian, nantinya dana bantuan tersebut akan ditransfer ke kelompok tani. Dana bantuan yang akan diberikan tersebut jumlahnya adalah Rp 3,7 juta per hektare.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com | File : | Dibaca : 10918 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

OPERASI PASAR BERAS TUNGGU SINYAL PROVINSI
27 Februari 2015

Pemerintah kabupaten tasikmalaya menunggu respons pemerintah provinsi jabar terkait penyelenggaraan operasi pasar cadangan beras pemerintah .meski kenaikan beras rata-rata RP.1000 per kilogram,pemerintah kabupaten tasikmalaya menilai operasi pasar perlu segera

BULOG JABAR: 3 BULAN KE DEPAN STOK BERAS AMAN
27 Februari 2015

Dikarenakan sejumlah daerah mulai memasuki masa panen, Bulog Divre Jabar mengklaim bahwa stok beras untuk wilayah Jawa Barat aman untuk 3 bulan ke depan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak

LAWAN MAFIA BERAS, BUMDES DIKERAHKAN
27 Februari 2015

Untuk melawan maraknya mafia beras di beberapa daerah, pemerintah mengerahkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi beras.

HARGA BERAS NAIK, PEMERINTAH TAK MEMBUKA PELUANG IMPOR
27 Februari 2015

Kementerian Perdagangan hari ini melakukan operasi pasar untuk menekan tingginya harga beras. Operasi dilakukan mengingat harga beras yang semakin melambung selama beberapa hari terakhir. Bahkan kenaikan mencapai Rp 270

 1 2 3 >  Last ›