Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP Sebagai Menteri Pertanian Kabiner Kerja Periode 2014 - 2019
Home >> Informasi >> Berita
Berita

28 September 20120
PEMERINTAH BANGUN 1.000 DANAU BUATAN ATASI KEKERINGAN
Penulis : voa/A-147

rumah123.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian akan segera membangun 1.000 embung, atau danau buatan yang dapat digunakan para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka pada saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, rencana tersebut merupakan upaya jangka panjang yang nantinya bisa jadi solusi sekaligus antisipasi jika kekeringan melanda berbagai kawasan di Indonesia. Selama musim hujan, danau itu diharapkan berfungsi sebagai sarana penampung air hujan.

Suswono mengatakan bahwa dengan danau buatan tersebut, para petani diharapkan tidak lagi kesulitan mencari air dan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya puso atau gagal panen. “Untuk jangka panjang memang kita antisipasi yang lebih permanen yaitu akan dibangun banyak embung. Nanti (Kementerian) Pekerjaan Umum akan membangun lebih dari seribu embung,” ujarnya.

Suswono menambahkan, untuk upaya jangka pendek dalam mengatasi kemarau saat ini, pemerintah telah melakukan pompanisasi atau menggunakan mesin pompa untuk mengambil air dari sumbernya dan digunakan untuk keperluan pertanian. “Hal itu terutama dilakukan untuk daerah-daerah yang masih punya potensi air dan ada tanaman-tanaman yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Saat ini jumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Indonesia mencapai 127.000 hektare, dan 23.000 hektare lahan mengalami puso atau gagal panen. Mayoritas daerah yang mengalami kekeringan dan puso tersebut adalah di Pulau Jawa. Bahkan, di Jawa Barat, sekitar 2.345 hektare lahan pertanian dinyatakan puso. Para petani pun mengeluhkan tentang dampak kekeringan ini. Akibat musim kemarau saat ini, produksi padi mereka menurun. “Jadi (produksi padi) menurunnya sampai lima persenan. Tadinya 10 kilogram, sekarang minimal 5 kilogram, 6 kilogram,” ujar seorang petani bernama Engkus.

Bagi petani yang mengalami gagal panen, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan dana bantuan total Rp 199 miliar. Dana itu bisa didapat para petani jika melaporkan sawahnya yang mengalami puso ke Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi setempat.

Setelah mendapat verifikasi dari pemerintah provinsi dan disampaikan ke Kementerian Pertanian, nantinya dana bantuan tersebut akan ditransfer ke kelompok tani. Dana bantuan yang akan diberikan tersebut jumlahnya adalah Rp 3,7 juta per hektare.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com | File : | Dibaca : 10115 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

PERAJIN OPAK KEKURANGAN BAHAN BAKU SINGKONG
19 Desember 2014

Sejumlah pengusaha makanan olahan berbahan dasar singkong di Kabupaten Majalengka kekurangan bahan baku. Sebagian dari mereka terpaksa sering berhenti produksi, terlebih saat memasuki musim penghujan pasokan bahan baku seret.

JADIKAN MEA SEBAGAI PELUANG
19 Desember 2014

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, I Gusti Agung Wesaka Puja menyatakan, pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN. (MEA) sudah semakin dekat. Indonesia harus mampu memanfaatkan integrasi negara-negara anggota ASEAN yang akan

DIKEMBANGKAN, BENIH KENTANG UNGGUL DAN MURAH UNTUK PETANI KECIL
19 Desember 2014

Benih kentang lokal yang berkualitas dan tersertifikasi baru mencapai 15 persen dari total kebutuhan nasional sekitar 130.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut membuat produktifitas pertanian kentang Indonesia hanya mencapai

32.000 HEKTARE SAWAH AKAN DIJADIKAN LAHAN ABADI
18 Desember 2014

 Guna mempertahankan lahan pertanian untuk ketersediaan pangan, Pemkab Bandung akan mengajukan lahan abadi seluas 32.000 hektare. Pemetaan lahan abadi dilakukan seiring dengan

 1 2 3 >  Last ›