Mengantisipasi dan langkah taktis Kementerian Pertanian dalam upaya kekeringan tahun 2015 dengan membangun irigasi tersier, membangun embung, membagikan pompa air, kemudian membagikan alat mesin pertanian dan lainnya supaya mempercepat tanam dan panen. Jadi tanam bisa lebih cepat kalau menggunakan mesin rice transplanter, panen lebih cepat menggunakan mini combine harvester, dibanding kalau cara manual.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

28 September 20120
PEMERINTAH BANGUN 1.000 DANAU BUATAN ATASI KEKERINGAN
Penulis : voa/A-147

rumah123.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian akan segera membangun 1.000 embung, atau danau buatan yang dapat digunakan para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka pada saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, rencana tersebut merupakan upaya jangka panjang yang nantinya bisa jadi solusi sekaligus antisipasi jika kekeringan melanda berbagai kawasan di Indonesia. Selama musim hujan, danau itu diharapkan berfungsi sebagai sarana penampung air hujan.

Suswono mengatakan bahwa dengan danau buatan tersebut, para petani diharapkan tidak lagi kesulitan mencari air dan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya puso atau gagal panen. “Untuk jangka panjang memang kita antisipasi yang lebih permanen yaitu akan dibangun banyak embung. Nanti (Kementerian) Pekerjaan Umum akan membangun lebih dari seribu embung,” ujarnya.

Suswono menambahkan, untuk upaya jangka pendek dalam mengatasi kemarau saat ini, pemerintah telah melakukan pompanisasi atau menggunakan mesin pompa untuk mengambil air dari sumbernya dan digunakan untuk keperluan pertanian. “Hal itu terutama dilakukan untuk daerah-daerah yang masih punya potensi air dan ada tanaman-tanaman yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Saat ini jumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Indonesia mencapai 127.000 hektare, dan 23.000 hektare lahan mengalami puso atau gagal panen. Mayoritas daerah yang mengalami kekeringan dan puso tersebut adalah di Pulau Jawa. Bahkan, di Jawa Barat, sekitar 2.345 hektare lahan pertanian dinyatakan puso. Para petani pun mengeluhkan tentang dampak kekeringan ini. Akibat musim kemarau saat ini, produksi padi mereka menurun. “Jadi (produksi padi) menurunnya sampai lima persenan. Tadinya 10 kilogram, sekarang minimal 5 kilogram, 6 kilogram,” ujar seorang petani bernama Engkus.

Bagi petani yang mengalami gagal panen, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan dana bantuan total Rp 199 miliar. Dana itu bisa didapat para petani jika melaporkan sawahnya yang mengalami puso ke Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi setempat.

Setelah mendapat verifikasi dari pemerintah provinsi dan disampaikan ke Kementerian Pertanian, nantinya dana bantuan tersebut akan ditransfer ke kelompok tani. Dana bantuan yang akan diberikan tersebut jumlahnya adalah Rp 3,7 juta per hektare.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com | File : | Dibaca : 11652 x


Berita Lainnya

KEKERINGAN ANCAM PRODUKSI PERTANIAN
03 Agustus 2015

Anggota DPR RI Komisi IV Rofi Munawar meminta antisipasi Kementerian Pertanian lebih serius terhadap ancaman kekeringan, karena secara faktual kondisi tersebut akan mempengaruhi pencapaian produksi pangan nasional. Tahun lalu,

BENDUNG ATASI SEDIMENTASI
31 Juli 2015

Tim Teknik Proyek pembangunan Waduk di Kabupaten Sumedang , Jawa Barat, berupaya mengatasipasi risiko sedimentasi dari kawasan hulu.Kerusakan parah lingkungan di kawasan hulu. Bendung copong di Kabupaten Garut salah

111.000 HA LAHAN KEKERINGAN
31 Juli 2015

Petani mencoba membuat sumur bor dan memasang pompa masuk menghindari gagal panen karena lokasi sawah yang jauh dari sungai atau sumber di SiJeruk kecamatan kendal,Jawa Tengah (30/7). Mereka harus mengeluarkan

RIBUAN HEKTAR SAWAH TERANCAM PUSO
31 Juli 2015

SOREANG - sedikitnya 3.387 hektare sawah di Kabupaten Bandung terancam Puso akibat dampak EL Nino yang sudah terjadi sejak awal juni lau.

 1 2 3 >  Last ›