Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP Sebagai Menteri Pertanian Kabiner Kerja Periode 2014 - 2019
Home >> Informasi >> Berita
Berita

02 Agustus 20120
MENTAN KUNJUNGI SENTRA PRODUKSI PANGAN DI PANTURA
Penulis : Admin Biro Umum dan Humas Departemen Pertanian

Biro Umum dan Humas Departemen Pertanian

 

Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono melakukan peninjauan ke beberapa sentra produksi pangan di wilayah Pantai Utara (Pantura) seperti Karawang, Subang dan Indramayu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Mentan selama bulan puasa yang bertujuan untuk mengetahui kondisi para petani di lapangan termasuk berbagai kendala yang dihadapinya serta untuk mengecek stok beras yang sudah terserap Bulog.

Di Kabupaten Karawang dan Subang, Mentan melakukan peninjuan sekaligus panen perdana pada pertanaman padi SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) serta melihat lokasi pompanisasi yang dilakukan oleh kelompok tani secara swadaya. Selain itu Mentan juga mengecek gudang Bulog untuk melihat ketersediaan beras di Karawang, Subang dan indramayu.

Mentan mengakui, di tengah kesibukannya tidak setiap hari dapat melihat kondisi petani secara langsung. Oleh karena itu ia menyempatkan diri turun ke lapangan pada hari sabtu dan minggu di luar jam kantor. “Sebagai Menteri saya memang tidak memiliki hari libur, karena itu disela – sela kegiatan menjalankan program pembangunan pertanian, saya sempatkan hari sabtu dan minggu ini untuk turun langsung ke lapangan mengunjungi para petani di daerah,” katanya saat berbincang dengan petani di Desa Citarik, Tirtamulya, Karawang pada Sabtu (28/7).

 

Pada kesempatan tersebut, Mentan mengungkapkan rasa senangnya melihat program SLPTT yang dikembangkan di daerah dapat berhasil dengan baik. Ia berharap agar ke depan, petani mampu menjadikan program SLPTT tersebut sebagai model percontohan yang nantinya bisa direplikasi sendiri. “Kalau petani mau disiplin sesuai SLPTT maka hasilnya pasti akan bagus, baik disiplin pengaturan tanamnya maupun airnya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) merupakan program nasional pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan nasional melalui usaha peningkatkan produksi pangan nasional, khususnya padi, jagung dan kedelai. Pengembangan SLPTT dilakukan dengan memberi pengajaran pada petani mengenai pengendalian pemberian benih, pupuk, pengendalian hama terpadu, sekolah lapang iklim, dan teknologi budidaya.

Program ini telah dikembangkan sejak tahun 2008 dengan melibatkan sekitar 60.000 kelompok tani dimana setiap kelompoknya mengelola lahan pertanian seluas 25 ha di seluruh Indonesia.

Sumber : Biro Umum dan Humas Departemen Pertanian | File : | Dibaca : 14407 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

SDM DI JABAR DINILAI BELUM SIAP HADAPI MEA PADA 2015
26 November 2014

Sumber daya manusia di Jawa Barat dinilai belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 nanti. Soalnya, hingga kini masih banyak pedagang yang belum memiliki sertifikasi, sehingga sulit untuk

JAGUNG PENGARUHI PERUBAHAN IKLIM DUNIA
26 November 2014

Kita tahu bahwa tanaman menyerap karbon dioksida untuk melakukan proses fotosintesis hingga pada akhirnya mengeluarkan oksigen untuk digunakan oleh manusia. Namun sebuah penemuan mengejutkan bahwa tanaman juga menjadi salah

MENTAN : VUB PADI HARUS DIOPTIMALKAN PENYEBARANNYA SECARA NASIONAL
25 November 2014

"Varietas unggul baru (VUB) padi hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) harus dioptimalkan penyebarannya secara nasional," ujar Menteri Pertanian (Mentan)

BULOG SUBDIVRE SUBANG MENGHENTIKAN PEMBELIAN GABAH
25 November 2014

Bulog Sub Divre Subang sejak akhir Oktober lalu sudah menghentikan pembelian gabah petani untuk kebutuhan pengadaan beras dalam negeri tahun 2014. Selain musim panen sudah berakhir, harga gabah di

 1 2 3 >  Last ›