Peringatan Ke-86, Hari Ibu Nasional Tahun 2014. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Home >> Informasi >> Berita
Berita

02 Agustus 20120
MENTAN KUNJUNGI SENTRA PRODUKSI PANGAN DI PANTURA
Penulis : Admin Biro Umum dan Humas Departemen Pertanian

Biro Umum dan Humas Departemen Pertanian

 

Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono melakukan peninjauan ke beberapa sentra produksi pangan di wilayah Pantai Utara (Pantura) seperti Karawang, Subang dan Indramayu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Mentan selama bulan puasa yang bertujuan untuk mengetahui kondisi para petani di lapangan termasuk berbagai kendala yang dihadapinya serta untuk mengecek stok beras yang sudah terserap Bulog.

Di Kabupaten Karawang dan Subang, Mentan melakukan peninjuan sekaligus panen perdana pada pertanaman padi SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) serta melihat lokasi pompanisasi yang dilakukan oleh kelompok tani secara swadaya. Selain itu Mentan juga mengecek gudang Bulog untuk melihat ketersediaan beras di Karawang, Subang dan indramayu.

Mentan mengakui, di tengah kesibukannya tidak setiap hari dapat melihat kondisi petani secara langsung. Oleh karena itu ia menyempatkan diri turun ke lapangan pada hari sabtu dan minggu di luar jam kantor. “Sebagai Menteri saya memang tidak memiliki hari libur, karena itu disela – sela kegiatan menjalankan program pembangunan pertanian, saya sempatkan hari sabtu dan minggu ini untuk turun langsung ke lapangan mengunjungi para petani di daerah,” katanya saat berbincang dengan petani di Desa Citarik, Tirtamulya, Karawang pada Sabtu (28/7).

 

Pada kesempatan tersebut, Mentan mengungkapkan rasa senangnya melihat program SLPTT yang dikembangkan di daerah dapat berhasil dengan baik. Ia berharap agar ke depan, petani mampu menjadikan program SLPTT tersebut sebagai model percontohan yang nantinya bisa direplikasi sendiri. “Kalau petani mau disiplin sesuai SLPTT maka hasilnya pasti akan bagus, baik disiplin pengaturan tanamnya maupun airnya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) merupakan program nasional pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan nasional melalui usaha peningkatkan produksi pangan nasional, khususnya padi, jagung dan kedelai. Pengembangan SLPTT dilakukan dengan memberi pengajaran pada petani mengenai pengendalian pemberian benih, pupuk, pengendalian hama terpadu, sekolah lapang iklim, dan teknologi budidaya.

Program ini telah dikembangkan sejak tahun 2008 dengan melibatkan sekitar 60.000 kelompok tani dimana setiap kelompoknya mengelola lahan pertanian seluas 25 ha di seluruh Indonesia.

Sumber : Biro Umum dan Humas Departemen Pertanian | File : | Dibaca : 15851 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

DI DEPAN MENTAN, BUPATI SUKOHARJO PAMER KEUNGGULAN PUPUK CIU
30 Januari 2015

Kabupaten Sukoharjo kini berbangga hati berkat pupuk uniknya yang terbuat dari ciu. Pasalnya, dengan pupuk tersebut, produktivitas padi dapat meningkat hampir dua kali lipat dari biasanya.

DUA DISTRIBUTOR PUPUK NAKAL DITUTUP
30 Januari 2015

Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menghentikan usaha distributor pupuk nakal karena melakukan penimbunan pupuk dan menjual dengan harga mencekik petani di kabupaten setempat.

ADA POTENSI INFLASI PADA PENGUTIPAN PAJAK BARANG MEWAH
30 Januari 2015

Ada potensi inflasi pada rencana pemerintah untuk mengutip pajak barang mewah (PPnBM) untuk barang konsumsi ritel barang bermerek atau yang lazim dikenal sebagai barang branded. Catatan terkumpul pada Senin

AWAS, APEL DARI AS INI TERKONTAMINASI BAKTERI BERBAHAYA
30 Januari 2015

Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, Widodo mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap peredaran apel dengan jenis Granny Smith merek Granny's Best dan Gala merek Big Bi. Kemudian dengan

 1 2 3 >  Last ›