Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP Sebagai Menteri Pertanian Kabiner Kerja Periode 2014 - 2019
Home >> Informasi >> Berita
Berita

12 Juni 20120
PEMBERDAYAAN PENANGKAR BENIH KEDELAI DI KABUPATEN SUMEDANG
Penulis : Admin Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar.

Pemberdayaan penangkar benih kedelai di Kabupaten Sumedang

Dalam rangka menuju kemandirian ketahanan pangan, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya  untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan, khususnya padi, jagung dan kedelai. Penggunaan benih varietas unggul bersertifikat diyakini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan produtivitas tanaman pangan.

Dalam rangka peningkatan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat tersebut diperlukan sistem pengelolaan produksi benih yang baik sehingga mampu menyediakan benih di tingkat lapangan sesuai dengan kebutuhan petani, yaitu jumlah, varietas, mutu, harga, lokasi dan waktu tanam. Peranan penangkar benih dalam penyediaan benih varietas unggul bersertifikat sangat penting tetapi disisi lain masih memiliki keterbatasan seperti luas areal produksi dan sumber daya manusia.

Untuk mendukung dan meningkatkan kinerja para penangkar benih tersebut maka lembaga/institusi yang ada di daerah antara lain seperti Dinas Pertanian Propinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH), Balai  Benih Padi/Palawija dan Produsen Benih  Swasta/BUMN tentunya harus  selalu melakukan pembinaan dan memberikan dukungan kepada penangkar benih untuk aspek teknis maupun manajemen. 

Salah satu kegiatan pemberdayaan penangkar benih kedelai adalah di Kabupaten Sumedang. Kelompok Tani yang melaksanakan adalah KT. Sukaluyu, dengan alamat penangkaran di Desa Karedok Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang. Luasan areal penangkaran benih kedelai seluas 25 ha, dengan varietas yang ditangkarkan antara lain Tanggamus, Argomulyo dan Kaba.

Pada tanggal 30 mei 2012, Pengawas Benih Tanaman mengadakan pemeriksaan lapangan dalam rangka membantu penangkar dalam menempuh prosedur sertifikasinya, agar nantinya benih yang dihasilkan adalah benih bermutu tinggi.

Sumber : Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar. | File : | Dibaca : 19595 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

ASEAN DIHARAPKAN JADI KEKUATAN EKONOMI BARU
28 November 2014

Staf Ahli Bidang Diplomasi Perdagangan Kementrian Perdagangan Sondang Anggraeni mengatakan MEA dimaksudkan agar kawasan Asia Tenggara dapat menjadi kekuatan ekonomi dengan menjadi basis produksi.

BIROKRASI MASIH JADI HAMBATAN INDONESIA HADAPI MEA
28 November 2014

Kementerian perdagangan mencatat terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia

ASEAN DIHARAPKAN JADI KEKUATAN EKONOMI BARU
28 November 2014

Staf Ahli Bidang Diplomasi Perdagangan Kementrian Perdagangan Sondang Anggraeni mengatakan MEA dimaksudkan agar kawasan Asia Tenggara dapat menjadi kekuatan ekonomi dengan menjadi basis produksi.

IMPOR BAHAN PANGAN HARUS DIKURANGI
28 November 2014

Meskipun Indonesia negara agraris yang subur, namun masih menjadi pengimpor besar untuk bahan pangan seperti gandum. Padahal, Indonesia memiliki bahan pangan altermatif seperti ganyong maupun sorgum yang bisa menggantikan

 1 2 3 >  Last ›