:[Terimakasih Atas Kunjungan Anda di Website Resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat (http://diperta.jabarprov.go.id/) dan ikuti juga Media Sosialnya, Follow @dipertajabar dan fb: Diperta Jabar *]
Home >> Informasi >> Berita
Berita

12 Juni 20120
PEMBERDAYAAN PENANGKAR BENIH KEDELAI DI KABUPATEN SUMEDANG
Penulis : Admin Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar.

Pemberdayaan penangkar benih kedelai di Kabupaten Sumedang

Dalam rangka menuju kemandirian ketahanan pangan, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya  untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan, khususnya padi, jagung dan kedelai. Penggunaan benih varietas unggul bersertifikat diyakini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan produtivitas tanaman pangan.

Dalam rangka peningkatan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat tersebut diperlukan sistem pengelolaan produksi benih yang baik sehingga mampu menyediakan benih di tingkat lapangan sesuai dengan kebutuhan petani, yaitu jumlah, varietas, mutu, harga, lokasi dan waktu tanam. Peranan penangkar benih dalam penyediaan benih varietas unggul bersertifikat sangat penting tetapi disisi lain masih memiliki keterbatasan seperti luas areal produksi dan sumber daya manusia.

Untuk mendukung dan meningkatkan kinerja para penangkar benih tersebut maka lembaga/institusi yang ada di daerah antara lain seperti Dinas Pertanian Propinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH), Balai  Benih Padi/Palawija dan Produsen Benih  Swasta/BUMN tentunya harus  selalu melakukan pembinaan dan memberikan dukungan kepada penangkar benih untuk aspek teknis maupun manajemen. 

Salah satu kegiatan pemberdayaan penangkar benih kedelai adalah di Kabupaten Sumedang. Kelompok Tani yang melaksanakan adalah KT. Sukaluyu, dengan alamat penangkaran di Desa Karedok Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang. Luasan areal penangkaran benih kedelai seluas 25 ha, dengan varietas yang ditangkarkan antara lain Tanggamus, Argomulyo dan Kaba.

Pada tanggal 30 mei 2012, Pengawas Benih Tanaman mengadakan pemeriksaan lapangan dalam rangka membantu penangkar dalam menempuh prosedur sertifikasinya, agar nantinya benih yang dihasilkan adalah benih bermutu tinggi.

Sumber : Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar. | File : | Dibaca : 11653 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

BUPATI CIREBON BERJANJI SEGERA BUAT PERDA PERLINDUNGAN LAHAN PRODUKTIF
17 April 2014

Aturan tersebut nantinya akan memperketat perijinan bagi pengembang perumahan yang mengincar lahan-lahan subur yang penting untuk ketahanan pangan.

KEMENDAG TERBITKAN ATURAN EKSPOR IMPOR BERAS
16 April 2014

Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19/M-DAG/PER/3/2014 Tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Beras.

"Permendag tersebut diterbitkan mengingat beras merupakan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia sehingga kegiatan

PT PKC JAMIN STOK PUPUK UNTUK MUSIM GADU AMAN
15 April 2014

PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) menjamin, stok pupuk untuk kebutuhan musim tanam gadu pertama tahun ini aman. Bahkan, bisa di bilang cukup melimpah. Adapun kebutuhan pupuk bulan ini, yakni

DISTAN MAJALENGKA OPTIMISTIS TARGET PRODUKSI PADI TERCAPAI
15 April 2014

Dinas Pertanian kabupaten Majalengka optimistis target produksi padi sebesar 6,3 ton/hektare pada Musim Tanam rendeng bisa tercapai, meski sekitar 4.000 hektare sawah yang terancam serangan hama wereng, tikus, dan

 1 2 3 >  Last ›