Peringatan Ke-86, Hari Ibu Nasional Tahun 2014. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Home >> Informasi >> Berita
Berita

MENTAN HERAN LIHAT BENDUNGAN RUSAK TAK DIPERBAIKI 33 TAHUN
29 Januari 2015

Mentan Amran Sulaiman

Metrotvnews.com, Ngawi: Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertekad untuk melakukan swasembada pangan pertanian dalam tiga tahun mendatang. Melihat hal itu, diperlukan dorongan pemerintah untuk mendukung terwujudnya swasembada tersebut.

Permasalahan produktivitas pangan pertanian yang paling klasik dan harus segera didorong oleh pemerintah adalah pembangunan saluran irigasi. Walaupun saluran irigasi primer jadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera), namun Kementerian Pertanian (Kementan) juga harus mengecek kondisi saluran irigasi utama agar dapat mengairi saluran irigasi sekunder dan tersier yang menjadi kewajibannya Kementan.

Saat meninjau perbaikan dan pembangunan Bendungan Budengan, Desa Legundi, Kecamatan Krangjati, Kabupaten Ngawi, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku heran karena bendungan tersebut tak diperbaiki selama 33 tahun. Sedimentasi yang terjadi selama puluhan tahun tersebut membuat pendangkalan sungai, sehingga menyebabkan aliran air ke sawah-sawah menjadi terhambat.

"Irigasi kita ada penurunan, yang lumpurnya luar biasa. Ini tidak pernah dipelihara sejak 1982," ujar Amran, saat kunjungan kerja di Ngawi, Selasa, 27 Januari 2015.

Ia mengungkapkan, dalam kondisi normal sebenarnya bendungan Budengan tersebut dapat mengairi sebanyak 840 hektare (ha) areal lahan pertanian. Maka itu, ia meminta agar perbaikan bendungan tersebut dapat segera selesai. "Baru dikerjakan sekarang. Insya Allah satu minggu selesai," papar Amran.

Menurut dia, pembiaran bendungan Budengan yang rusak selama puluhan tahun tersebut karena pemerintahan di masa-masa sebelumnya lebih fokus pada perbenihan dan pupuk. "Masa lalu mungkin pihak lain juga masalah yang menjadi fokus. Mungkin lebih ke pupuk, atau ke benih," papar dia.

Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Kementan akan segera memperbaiki irigasi sebanyak 1 juta ha selama satu tahun. Saat ini sendiri, kerusakan irigasi di seluruh Indonesia mencapai 3,3 juta ha jaringan irigasi atau sebanyak 52 persen dari total keseluruhan jaringan irigasi sebanyak 7,1 juta ha.

"Irigasi tersier akan kita perbaiki dalam tiga tahun. Satu tahun irigasi untuk 1 juta Ha," yakin Amran. 

http://www.diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/2960
MENTAN HERAN LIHAT BENDUNGAN RUSAK TAK DIPERBAIKI 33 TAHUN
29 Januari 2015

Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertekad untuk melakukan swasembada pangan pertanian dalam tiga tahun mendatang. Melihat hal itu, diperlukan dorongan pemerintah untuk mendukung terwujudnya swasembada tersebut.

BANTU TENAGA PENYULUH PERTANIAN, MENTAN KERAHKAN 5.000 MAHASISWA
29 Januari 2015

Kekurangan tenaga penyuluh pertanian menyebabkan produksi pangan nasional semakin melempem. Seharusnya, tenanga penyuluh yang ideal untuk setiap desa dibutuhkan satu orang. Hal ini yang menyebabkan Indonesia masih kekurangan sebanyak

LIMA RESEP JITU AGAR BERAS RI LEBIH UNGGUL DARI THAILAND
29 Januari 2015

Indonesia masih saja mengimpor beras dari negara tetangga. Pasalnya, produksi padi Indonesia masih kalah dibanding Thailand dan Vietnam yang memiliki kuantitas dan kualitas padi yang jauh lebih baik.

INDONESIA HARUS IMPOR BERAS UNTUK TEKAN INFLASI AKHIR TAHUN
29 Januari 2015

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi, inflasi Desember 2014 bakal berada di atas satu persen. Penyebabnya, selain dari dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), juga terjadi kenaikan harga beras

 1 2 3 >  Last ›